Mengobati Thalasemia Dengan Susu Kambing

Mengobati Thalasemia Dengan Susu Kambing, sebelum membahas lebih lanjut saya akan membahas tentang apa itu Thalasemia? Bagi sebagian anda mungkin ada yang masih asing dengan  Thalasemia. Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal. Umur normengobati thalasemia dengan susu kambingmal sel darah merah orang normal adalah 120 hari lamanya. Bagi anda yang menderita thalasemia umumnya akan mengalami gejala kurang darah (anemia). Gejala tersebut meliputi merasa pusing, muka pucat, badan sering lemas, insomnia (susah tidur), nafsu makan berkurang, dan infeksi berulang.

Thalassemia merupakan dapat digolongkan sebagai penyakit keturunan, Thalassemia terjadi diakibatkan karena kegagalan pembentukan salah satu dari empat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin, sebagai bahan utama darah. Darah manusia terdiri dari plasma dan sel darah yang berupa sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Seluruh sel darah tersebut dibentuk oleh sumsum tulang, sementara hemoglobin merupakan salah satu pembentuk sel darah merah. Hemoglobin terdiri dari 4 rantai asam amino (2 rantai amino alfa dan 2 rantai amino beta) yang bekerja bersama-sama untuk mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Rantai asam amino inilah yang gagal dibentuk sehingga menyebabkan timbulnya thalassemia.

Sampai disini kurang lebih kita sudah memahami apa yang dimaksud dengan thalesemia. Lalu bagaimana cara menyembuhkan atau mengobati thalasemia itu?

Pengobatan secara Medis
Pasien penderita thalasemia biasanya akan dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen folat dan menghindari pemberian obat-obatan yang mengandung zat besi dan pengoksidasi seperti golongan sulfonamid. Penderita thalasemia sangat disarankan untuk menghindari stres. Penderita yang sudah parah umumnya harus mendapatkan perawatan intensif dan mendapatkan transfusi darah secara terjadwal. Seiringnya kemajuan teknologi medis, ditemukan penanganan thalasemia yaitu dengan transplantasi sumsum tulang yang allogenic.

Pengobatan dengan Susu Kambing
Susu kambing dipercaya dapat membantu dalam terapi penyembuhan thalasemia. Akan tetapi Manfaat susu kambing etawa untuk penyembuhan pasien thalasemia masih harus diteliti lebih jauh. Barikut ini adalah kesaksian susu Mengobati Thalasemia Dengan Susu Kambing. Sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

sumber informasi : sususegar.com  Pemberian zat besi kepada penderita thalasemia harus dilakukan dengan hati-hati, karena dikawatirkan bisa mengalami iron overload atau kelebihan zat besi. Kadar zat besi dalam susu kambing rendah sehingga pemberian susu kambing relatif aman walaupun nutritional value atau nilai nutrisinya sebagai salah satu dari 24 vital trace mineral dalam raw goat milk adalah all 100% available. Maksudnya, kandungan besi (Fe) dalam susu kambing rendah, tetapi pada pengonsumsi rawgoat milk, nilai nutrisinya tersedia 100%. Karenanya, pemberian Fe pada penderita thalasemia harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kemosiderosis atau iron overload. Dengan demikian, susu kambing yang kadar Fe-nya rendah, dapat dianggap relatif aman, karena ternyata tidak diakumulasikan di dalam tubuh.
Penderita thalasemia justru memerlukan asam folat. Hal ini disebabkan asam folat sangat penting untuk sintesis nucleid acid bases (ribosa nucleid acid/ RNA dan diocsiribosa nucleidatid/DNA). Kebutuhan asam folat orang dewasa yang direkomendasikan (recommended dietary allowance/ RDA) adalah 400 mcg per hari. Folacin dalam makanan kebanyakan berbentuk poly glutamate (PGA) yang sifatnya tidak stabil dan dalam proses memasak bahan makanan, fola¬cin ini akan rusak atau hilang sebanyak 80-90% sehingga hanya akan tersisa 4 mcg per harinya.
Dalam 1 liter susu kambing segar (raw goat milk) terdapat 6 mcg folat. Jadi, jika mengonsumsi susu kambing 150 cc per hari, kita akan memperoleh lebih kurang 1 mcg folacin yang nutritional value-nya all 100% available. Makanan yang mengandung folacin dengan biovailabilitas tinggi antara lain pisang, lime beans atau kacang yang menyerupai buncis dengan biji besar, hati, dan ragi, serta ditemukan juga pada sayuran hijau dan daging. Seorang pasien yang ditangani penulis, Rr. Srat, yang tinggal di Pamulang saat berumur 3 tahun Bering mengalami demam dan setelah didiagnosis oleh dokter pada bulan Juli 2001diketahui mengidap anemia dan thalasemia. Setelah diketahui mengidap kedua penyakit tersebut, pasien kemudian mendapatkan pertolongan secara medis dan mengonsumsi susu kambing sebanyak 150 cc tiap pagi. Sore hari pasien mengonsumsi yogurt sebanyak 200 cc dan pemanis berupa ekstrak atau jus bit. Setelah 4 bulan dan didiagnosis ulang, gejala-gejala penyakitya hilang dan hasil pemeriksaan darahnya juga bagus sehingga rencana pengambilan tulang sumsum untuk diperiksa secara rutin pada periode 4 dan 5 dibatalkan. Pada bulan December 2001 gejala-gejala kerontokan rambut dan bibir pecan-pecan juga sudah hilang dan pasien dinyatakan sembuh, tetapi masih tetap meneruskan pengobatan secara medis dan rutin mengonsumsi susu kambing.

Sekian pembahasan kita kali ini, semoga dapat memberikan informasi yang berguna bagi anda. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter. Salam sehat 🙂

Kata kunci yang banyak dicari :penyembuhan thalasemia,
Post Tagged with ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose